Critical Illness

Perlukah anda mengambil asuransi jiwa namun tidak memiliki pertanggungan atau hutang?
Hampir semua orang menjawab tidak perlu. Hal ini tidak dapat dibantah kebenarannya karena prinsip mengambil asuransi jiwa adalah ketika orang tsb menjadi tulang punggung keluarga.

Ada hal menarik jika anda melihat grafik dibawah, apakah yang ada pada benak pikiran anda?

Benar sekali, pada masa saat ini sakit kritis dapat menyerang siapa saja walaupun mereka yang berusia muda.
Berbagai macam faktor mulai makanan yang serba bermacam-macam, tekanan hidup yg membuat seseorang stres menghadapi makin sulitnya kehidupan serta polusi yang makin hari makin parah dapat menyebabkan penyakit kritis ini
Jika anda telah memiliki asuransi kesehatan yang plafon lebih dari 500juta setahun untuk kemoterapi maupun cuci darah serta rawat inap Rumah Sakit, bisa jadi anda tidak memerlukan perlindungan terhadap sakit kritis
Namun jarang diantara masyarakat kita memiliki asuransi kesehatan yang bagus seperti yang saya sebutkan tadi.
Untuk itu Allianz memahami kebutuhan masyarakat dengan menjual perlindungan sakit kritis pada produk :
Taproku (produk termlife) : Uang Pertanggungan 100juta, 200juta, 300juta, 400juta, 500juta
Allissya Protection Plus (unitlink) : dengan premi 500rb sebulan maka pria berusia 30tahun tercover sakit kritis sebesar 400juta bahkan dengan premi 1juta sebulan maka pria berusia 30tahun tercover sakit kritis sebesar 1Milyar

Semakin muda anda masuk asuransi maka perlindungan yang anda dapatkan akan semakin besar karena premi asuransi pada usia dini lebih murah daripada anda menunda 5-10tahun kedepan

Advertisements

Membedah cara kerja Asuransi Unitlink

Berbeda dengan asuransi termlife yang murni asuransi tanpa investasi sepeserpun, maka asuransi unitlink adalah asuransi yang menggabungkan antara asuransi dan investasi

Contoh
Pria 31tahun berencana untuk mengambil asuransi di Allianz untuk perlindungan jiwa 500juta, sakit kritis 250juta dan kecelakaan (ADDB) 200juta dengan premi 500ribu sebulan selama 10tahun

1. Biaya Administrasi bulanan
Besarnya: Rp. 26.500/bulan

2. Biaya Akuisisi selama 5 tahun awal besarnya sebagai berikut:
Tahun I : 75%
Tahun II : 40%
Tahun III: 15%
Tahun IV : 7.5%
Tahun V : 7.5%
Biaya Akuisisi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi untuk biaya pemeliharaan polis. Apabila nasabah menutup asuransi pada 2tahun awal, maka nilai tunainya akan sedikit karena biaya akuisisi terbesar ada pada 2tahun awal

3. Biaya Asuransi
Biaya Asuransi adalah biaya yang harus dibayarkan tiap pertanggungan tertentu baik untuk biaya pertanggungan jiwa, sakit kritis, kecelakaan dll

Dapat dilihat pada tabel bahwa biaya asuransi untuk pertanggungan jiwa adalah 73.500, kecelakaan (ADDB) 22.500, sakit kritis (CI Plus) 26.458. Makin tua seseorang maka biaya asuransi ini akan makin mahal

Proteksi yang didapatkan:

Cover 49 Penyakit Kritis sebesar 250juta
Manfaat kecelakaan (ADDB) sebesar 200juta
Manfaat Meninggal sebesar 500juta

Manfaat Nilai Tunai (Investasi)

Selama investasi yang terbentuk masih ada maka nilai investasi ini dapat diambil sewaktu-waktu apabila ada keperluan
Nilai tunai ini tidak dijamin, bisa naik atau turun sesuai dengan kondisi naik turunnya perkembangan investasi

Biaya pada Asuransi Unitlink

1. Biaya Administrasi
Biaya administrasi masing-masing perusahaan asuransi berbeda-beda antara Rp 26.000,- hingga Rp 37.000,- perbulan n. Biaya ini akan terus dibebankan selama berlakunya asuransi. Di Allianz, hanya sebesar Rp 26.500,-

2. Biaya Akuisisi
Biaya Akuisisi adalah biaya yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada distribusi chanel yaitu komisi agen, overriding para leader dan biaya kantor agency . Biaya akuisisi ini dibebankan ke dalam premi yang dibayarkan oleh nasabah pada 5 tahun pertama. Biaya akuisisi sangat besar pada tahun pertama dan kedua. Di Allianz untuk 5tahun awal totalnya adalah 145% sedangkan pada asuransi unitlink perusahaan lain mencapai 200% lebih.

3. Biaya Asuransi
Biaya asuransi atau biasa dikenal dengan Cost of Insurance (COI) dan Cost of Rider (COR) adalah biaya premi dengan memperhatikan usia dan resiko dibandingkan uang pertanggungan yang diambil.
Biaya asuransi ini akan naik terus dari tahun ke tahun.

4. Biaya Alokasi Premi
Perusahaan asuransi membebankan biaya ini di muka sebelum dan setiap dana masuk ke dalam porsi investasi. Biaya ini umumnya sebesar 5% dari dana yang diinvestasikan dan ada juga yang menggunakan metode bid-offer price yaitu dana yang masuk akan dibagi dengan harga jual (offer price) serta dana yang keluar atau ditarik oleh nasabah akan dikali dengan harga beli (bid price). Selisih dari bid-offer price biasanya sebesar 5% (umumnya dihitung dari offer price). Bagi nasabah yang ingin menarik investasinya dari unit link yang menggunakan metode bid-offer price mutlak harus menghitung tingkat pertumbuhan yang sedang terjadi sejak dana tersebut masuk, dikurangi selisih bid-offer price.

5. Biaya Pengelolaan Investasi
Perusahaan asuransi juga membebankan Biaya Pengelolaan Investasi oleh Manajer Investasi yang besarnya bervariasi antara 0.5% – 3% pertahun dan sudah diperhitungkan dalam harga unit. Tingkat biaya ini tergantung dari jenis investasi yang dipilih oleh nasabah (reksa dana pendapatan tetap, saham atau campuran)

6. Biaya penarikan dana (fund withdrawal charge)

Dibebankan dalam bila Anda menarik sebagian atau seluruh unit investasi.

7. Biaya pemindahan dana (fund switching charge)

Pemindahan unit investasi antardana untuk beberapa kali dalam setahun biasanya bebas biaya. Pemindahan berikutnya dapat dikenai biaya.

8. Biaya penambahan investasi (top up charge)
Dibebankan dalam rupiah sebelum jumlah penambahan (top up) dikonversi ke dalam unit.